Ada Apa Dengan Rokok?

rokok

Kita pasti sudah mengetahui dampak negatif rokok bagi kesehatan. Rokok sedikitpun tidak memiliki dampat positif bagi tubuh maupun lingkungan sekitar si perokok.

” Telah banyak riset yang membuktikan bahwa rokok sangat menyebabkan ketergantungan, di samping menyebabkan banyak tipe kanker, penyakit jantung, penyakit pernapasan, penyakit pencernaan, efek buruk bagi kelahiran, dan emfisema. “
-sumber: wikipedia

Tidak yakin akan bahaya rokok bagi kesehatan?
Mari kita lihat zat-zat kimia apa saja yang terkandung di dalam satu batang rokok.

  • Nikotin, kandungan yang menyebabkan perokok merasa rileks.
  • Tar, yang terdiri dari lebih dari 4000 bahan kimia yang mana 60 bahan kimia di antaranya bersifat karsinogenik.
  • Sianida, senyawa kimia yang mengandung kelompok cyano.
  • Benzene, juga dikenal sebagai bensol, senyawa kimia organik yang mudah terbakar dan tidak berwarna.
  • Cadmium, sebuah logam yang sangat beracun dan radioaktif.
  • Metanol (alkohol kayu), alkohol yang paling sederhana yang juga dikenal sebagai metil alkohol.
  • Asetilena, merupakan senyawa kimia tak jenuh yang juga merupakan hidrokarbon alkuna yang paling sederhana.
  • Amonia, dapat ditemukan di mana-mana, tetapi sangat beracun dalam kombinasi dengan unsur-unsur tertentu.
  • Formaldehida, cairan yang sangat beracun yang digunakan untuk mengawetkan mayat.
  • Hidrogen sianida, racun yang digunakan sebagai fumigan untuk membunuh semut. Zat ini juga digunakan sebagai zat pembuat plastik dan pestisida.
  • Arsenik, bahan yang terdapat dalam racun tikus.
  • Karbon monoksida, bahan kimia beracun yang ditemukan dalam asap buangan mobil dan motor.
    -sumber: wikipedia

Hhhmm.. Masih berfikir rokok tidak membahayakan diri? (think again my friend, hehe..)

Lalu bagaimanakah pandangan Islam mengenai rokok itu sendiri?
Yang jelas.. Islam menjaga manusia dari kerusakan atau kehancuran (kebinasaan).

Allaahu Ta’ala berfirman,

” .. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allaah adalah Maha Penyayang kepadamu.” [QS. An-Nisaa’ : 29] 

” .. dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan .. ” [QS. Al-Baqarah : 195]

Allaah Maha Penyayang terhadap hamba-hambaNya, Ia melarang hamba-hambaNya untuk menyakiti, merusak bahkan membunuh dirinya sendiri. Telah kita ketahui secara umum, bagaimana dampak rokok untuk kesehatan, bukankah merokok termasuk perbuatan menganiaya diri sendiri? Merokok merusak kesehatan, merusak seluruh sistem tubuh, merusak seluruh organ tubuh; menimbulkan penyakit berbahaya dan mematikan. Merokok tidak memberikan manfaat sedikit pun, walaupun ada, mungkin hanya untuk memuaskan kesenangan saja, tidak lebih.

“Tidak boleh memulai memberi dampak buruk (mudharat) pada orang lain, begitu pula membalasnya.”
(HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3/77, Al Baihaqi 6/69, Al Hakim 2/66. Kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih).

Pada hadits shahih tersebut adanya larangan memberikan mudharat kepada orang lain, apalagi kepada diri sendiri, jelas rokok itu memberikan mudharat.

” .. dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk .. ” [QS. Al-A’raaf : 157]

Allaah menghalalkan segala yang baik untuk manusia, dan mengharamkan segala yang buruk bagi manusia. Termasuk yang manakah rokok itu?
Para ulama menyatakan bahwa rokok itu hukumnya haram, karena rokok jelas dapat membahayakan diri manusia, menjerumuskan ke kebinasaan.

Lantas jika tidak mengonsumsinya, bagaimana dengan menjualnya?

“Jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” [QS. Al-Maidah : 2]

“Jika Allaah ‘azza wa jalla mengharamkan untuk mengkonsumsi sesuatu, maka Allah haramkan pula upah (hasil penjualannya).”
(HR. Ahmad 1/293, sanadnya shahih kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth).

Kalimat Allaah dan sabda RasulNya shallallahu ‘alaihi wassalam sudah menjelaskan, menjual rokok pun dilarang (haram).
Lantas jika rokok haram dikonsumsi begitu pula menjualnya, bagaimana nasib jutaan orang yang bekerja berkaitan dengan rokok? Nasib mereka in syaa’ Allaah tidak apa-apa, bukanlah karena rokok mereka dapat bekerja dan menghasilkan uang tetapi Allaah yang memberi rezeki. Allaah Maha Kaya, jangan sampai kita mengganggap rezeki Allaah itu sempit -na’udzuubillaah-, rezeki Allaah sangatlah luas dan datang dari mana saja (bukan pabrik rokok saja, hee..). Jangan sampai merasa hanya karena berhenti dari pekerjaan yang menguntungkan, lalu tidak ada jalan rezeki Allaah lainnya yang halal.

Allaahu Ta’ala berfirman,
Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi? Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah “Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?”. [QS. Yunus : 31]

“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan sesuatu yang lebih baik.”
(HR. Ahmad 5/363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Jadi, jangan pernah terbesit di akal kita kalau rezeki Allaah itu sempit (hanya sebatas pabrik rokok), sekali-kali TIDAK!
Allaah Maha Pengasih lagi Maha Kaya.

Jika sudah terlanjur kecanduan dengan rokok, lalu bagaimana caranya untuk berhenti?
Yang perlu diingat pertama kali ialah, bahwa larangan merokok itu adalah perintah dari Allaahu Ta’ala, sebagai hambaNya kita harus ta’at. Takutlah akan dosa-dosa diri kita yang akan ditimbang nanti. Berubahlah karena Allah, kejarlah ridhaNya, cintaNya, bergantunglah hanya kepadaNya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda,
“Salah satu tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan segala sesuatu yang tidak penting baginya.”
(HR. Tirmidzi [2239] dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, disahihkan al-Albani)

Syaikh as-Sa’di rahimahullah mengatakan,
“Kesimpulan tersirat dari hadits ini adalah orang yang tidak meninggalkan perkara yang tidak penting baginya adalah orang yang jelek keislamannya.” (ad-Durrah as-Salafiyah, hal. 116)

Dan juga perlu diingat, dengan merokok maka sama saja menyia-nyiakan harta, perumpamaannya ‘uang hanya untuk dibakar’. Sedangkan di dalam Islam terdapat larangan untuk menyia-nyiakan harta, berlaku mubazir. Karena Islam pun menjaga harta seseorang.
Selain itu, perlu juga diingat, dengan merokok dapat mengganggu orang lain, tidak sedikit orang yang merasa sangat tidak nyaman dengan perokok. Jadi janganlah egois, perhatikan sekitar kita. Dan juga, bahkan Islam pun menyuruh kita untuk berbuat baik kepada tetangga, maka apakah dengan merokok merupakan berbuat baik kepada orang lain?
Setelah kita camkan dengan benar bahaya dan kerugian merokok di akal dan hati kita, tanamkanlah niat yang kuat untuk berhenti. Berdoalah kepada Allaah, mintalah dengan sungguh-sungguh agar dapat berhenti merokok, agar diri dijauhkan dari rokok.
Tutuplah pintu-pintu menuju keinginan merokok, dengan tidak berkumpul dengan orang yang merokok atau jika susah maka minimalkanlah.
Di waktu-waktu kebiasaan merokok, sibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat, mininal basahi lisan dengan berdzikir kepada Allaah.
Dengan tekad yang kuat, usaha yang maksimal dan berdoa kepada Allah, atas kehendak Allah -in syaa’ Allaah- anda bisa bebas dari rokok selamanya. 

Ta’atlah terhadap perintah Allaah, sayangilah tubuh anda, perbaikilah sebelum terlambat, berhentilah merokok sekarang juga!

Catatan kecil di twitter, Desember 4, 2012
Untukmu saudariku..

Referensi:
http://www.wikipedia.com
http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/rokok-itu-haram.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s